Remaja 15 Tahun Hanyut di Sungai Musi, BPBD Empat Lawang Lakukan Pencarian

Reporter/Editor: Diki/Krdo

EMPAT LAWANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang melakukan upaya pencarian terhadap seorang remaja berusia 15 tahun yang dilaporkan hanyut di Sungai Musi, tepatnya di Lorong Pompa, Kelurahan Tanjung Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Korban diketahui bernama M Rizki Ramadon bin Hermansyah, berusia 15 tahun, berprofesi sebagai musisi jalanan, warga Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Kota Palembang.

 

Berdasarkan kronologis kejadian, sebelum hanyut korban yang akrab disapa Madon mengajak sejumlah temannya, yakni Adon, Andi, dan Aldi, untuk berenang di Sungai Musi. Saat itu sempat terjadi percakapan terkait kemampuan berenang. Korban kemudian meyakinkan bahwa dirinya bisa berenang dan langsung melompat ke sungai.

 

Namun nahas, korban terbawa arus di bagian sungai yang cukup dalam. Dalam kondisi panik, korban sempat berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, Adon, Andi, dan Aldi berusaha mendekati korban untuk memberikan bantuan.

 

Salah satu teman korban, Adon, sempat berhasil mendekat dan tangannya dipegang oleh korban. Namun derasnya arus Sungai Musi membuat Adon ikut terseret, hingga akhirnya pegangan terlepas dan korban kembali hanyut terbawa arus sungai.

 

Usai kejadian, teman-teman korban yakni Adon, Andi, Aldi, Dayat, dan Rojak langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tebing Tinggi.

 

Plt Kepala BPBD Empat Lawang, Hendra Lagin, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Fero, membenarkan adanya laporan orang tenggelam di Sungai Musi tersebut.

 

“Begitu laporan kami terima sekitar pukul 12.00 WIB, tim BPBD langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pencarian. Hingga saat ini korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan,” ujar Fero.

 

BPBD Empat Lawang mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar lebih berhati-hati dan tidak berenang di sungai dengan arus deras demi menghindari kejadian serupa.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *