
EMPAT LAWANG — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Empat Lawang sejak beberapa hari berturut-turut memicu bencana di sejumlah titik permukiman dan jalur penghubung antarwilayah. Peristiwa yang terjadi pada (02/02/2026) itu menyebabkan kerusakan infrastruktur dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Bencana dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, yakni Desa Air Kelinsar, Kecamatan Ulu Musi, Dusun Lubuk Mabar di Kecamatan Pasemah Air Keruh, serta Desa Kemang Manis di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.
Curah hujan yang turun tanpa henti sejak pagi hingga malam selama beberapa hari mengakibatkan badan jalan di sejumlah titik rusak parah. Beberapa ruas jalan penghubung antar desa dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan berat akibat tanah longsor dan kerusakan struktur jalan yang tergerus aliran air.
Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga antarwilayah. Tim penanganan bencana pun dikerahkan untuk melakukan pendataan serta peninjauan langsung di lokasi terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Empat Lawang, Fero Ananta, mengatakan intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama terjadinya kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Curah hujan yang berlangsung terus-menerus menyebabkan daya dukung tanah menurun dan memicu kerusakan pada sejumlah akses jalan. Saat ini kami fokus pada penanganan darurat serta memastikan jalur vital masyarakat dapat segera difungsikan kembali,” ujar Fero.
BPBD bersama instansi teknis terkait kini terus melakukan koordinasi untuk percepatan penanganan dan perbaikan infrastruktur terdampak. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah Empat Lawang dan sekitarnya.
























Tinggalkan Balasan