Sidak Gas Elpiji 3 Kg di Tebing Tinggi Dinilai Hanya Seremonial, Rakyat Tetap Kesulitan

Reporter/Editor: Diki/krdo

Empat Lawang – Langkah pemerintah dan aparat kepolisian melakukan sidak ke agen dan pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Tebing Tinggi dinilai tidak menyentuh persoalan utama yang dialami masyarakat, Kamis (12/03/2026).

Dalam sidak tersebut, tim gabungan menyatakan tidak menemukan adanya pelanggaran. Pernyataan itu justru menimbulkan kritik dari masyarakat yang sejak dua bulan terakhir kesulitan mendapatkan gas bersubsidi.

Di lapangan, puluhan bahkan ratusan warga mengaku harus berkeliling mencari gas elpiji 3 kg. Kalaupun tersedia, harga yang ditawarkan mencapai Rp40 ribu per tabung.

“Sudah dua bulan ini gas sulit dicari. Kalau ada pun mahal sekali. Kami sudah berkeliling mencari di Tebing Tinggi tetap susah,” ujar salah seorang warga.

Situasi ini semakin memberatkan masyarakat, terutama menjelang bulan puasa yang membuat kebutuhan rumah tangga meningkat.

Sidak yang dilakukan pemerintah dan aparat kepolisian pun dipertanyakan publik. Sebab, jika tidak ada pelanggaran di tingkat agen dan pangkalan, lalu mengapa gas bersubsidi tetap langka di masyarakat.

Plt Kepala Disperindag Empat Lawang, Haniran, mengatakan hasil pemantauan tersebut akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan mengundang pihak terkait untuk membahas persoalan harga gas yang tinggi di masyarakat.

“Catatan Dari Pak sekda Terkait hasil pemantauan kemarin Akan di tindak lanjuti dengan mengundang pihak pihak terkait duduk bersama untuk membicarakan Dan menyelesaikan persoaalan terkait harga gas lpj yang tinggi di masyarakat, ” ujarnya saat dikonfirmasi

Namun hingga kini masyarakat masih menunggu langkah nyata pemerintah dalam mengatasi kelangkaan gas yang terus terjadi.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *