Wabup Minta Setiap Satu Minggu Dilakukan Evaluasi Capaian Vaksin Di Kecamatan Saling

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, meminta pihak yang berkepentingan yang terkait dengan percepatan capaian vaksinasi covid-19 di Kecamatan Saling, agar makin serius mengejar ketertinggalan capaian vaksinasi covid-19 di kecamatan ini.

Permintaan itu disampaikan langsung Wakil Bupati (Wabup) Empat Lawang, Yulius Maulana ST kepada Camat Saling, Kades se Kecamatan Saling, UPTD Puskesmas Muara Saling, dan tim vaksinator covid-19 saat memantau langsung ke sejumlah titik lokasi pelaksanaan vaksinasi massal di Kecamatan Saling, Jum’at (19/11).

Hal ini dikarenakan, Kabupaten Empat Lawang, menjadi salah satu kabupaten yang terendah capaian vaksinasinya di Sumatera Selatan (Sumsel), dan Kecamatan Saling merupakan kecamatan terendah capaian vaksinnya di Kabupaten Empat Lawang. Karenanya, butuh evaluasi khusus agar capaian vaksinasi di Kecamatan Saling, dapat meningkat.

“Bila perlu, ditambah titik lokasi pelaksanaan vaksinasi di kecamatan ini,” ungkap Wabup Empat Lawang saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Saling, Jum’at (19/11/2021).

Kedepan lanjut Wabup, setiap satu kali seminggu dilakukan evaluasi capaian vaksinasi di Kecamatan Saling. Dia meminta agar dirincikan betul-betul berapa jumlah orang yang harus tervaksinasi dalam satu hari, agar ketertinggalan pelaksanaan vaksinasi dapat dikejar di wilayah kecamatan ini.

“Ada waktu kurang lebih 40 hari, untuk Empat Lawang mengejar ketertinggalan capaian vaksinasi dan saya minta waktu yang ada ini dapat dioptimalkan betul-betul,” tegasnya.

Dijelaskannya, dari inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring yang dia lakukan di Kecamatan Saling, ada sejumlah masalah terkait pendataan masyarakat yang sudah tervaksinasi. Hal ini lantaran, ada banyak instansi dan organisasi lain di luar jajaran Pemkab Empat Lawang, yang turut membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi di kecamatan ini.

“Makannya kita juga minta, agar dirapikan data masyarakat yang sudah divaksin, supaya data masyarakat yang sudah tervaksinasi itu, benar-benar valid dan sasaran selanjutnya benar-benar terarah. Sebab, bisa jadi persentase warga yang sudah tervaksinasi itu belum dimasukan dalam base data,” ujarnya (red2).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *