EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, menyambangi dan memberikan bantuan kepada Wasilah warga kampung Lorong Sawah, Kelurahan Jaya Loka, Kecamatan Tebing Tinggi. Yang sempat viral beberapa tahun yang lalu, karena diisukan memakan daun dan tinggal dihutan.
Staf Khusus Bupati Empat Lawang Suharli mengaku dirinya mendapatkan Informasi tersebut langsung diutus oleh Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, untuk mengecek kebenaran tersebut.
“Kita dapat informasi dan pak Bupati langsung mengutus saya, ternyata Ibu Wasilah ini memiliki tempat tinggal ada keluarganya. Tapi ibu Wasilah ini keterbelakangan mental,” ungkap Suharli, pada saat berkunjung kerumah Wasilah.
Suharli menambahkan, Pemkab Empat Lawang akan mengambil langkah cepat untuk membantu Ibu Wasilah dan akan diupayahkan untuk direhabilitasi mental Sehingga bisa hidup normal.
“Dan harus ada penangan terpadu. Dan nanti akan kita upayakan pemberdayaan, kalau mentalnya sudah normal kita akan berikan pelatihan usaha,” ujarnya
Sementara itu salah seorang keluarga Wasilah, Sudirman mengatakan, kalau Wasilah itu sehari-harinya mencari kayu bakar dan dijual untuk kebutuhan sehari-hari.
“Selama ini keluarga dan tetangga yang mengasih bantuan,” kata Sudirman pada saat dibincangi wartawan, Senin (28/1).
Sementara rumah yang ditempati Wasilah tersebut sambung Sudirman, itu merupakan rumah orang tua nya. Sementara kedua anak nya saat ini tinggal di Bengkulu.
“Kami harap kepada Pemerintah, tolong bantuannya, jika perlu direhap dipanti biar kehidulannya terjamin,” harapnya.
Ditempat yang sama salah seorang warga Etik, mengkau dirinya bersama tetangga lainnya sering memberikan bantuan kepada ibu Wasilah tersebut.
“Kalau mau memberikan bantuan lebih baik berikan sembako saja. Kalau duit dikasihkannya ke orang, kita ngasih barang saja dijualkannya,” ujarnya.
Di lanjutkannya bahwa, Ibu Wasilah ini tidak memiliki penghasilan tetap, terkadang dia mencari kayu bakar dihutan.
“Dulu dia ini ada anaknya, tapi sekarang anaknya itu diajak Kakak nya tinggal di Bengkulu. Jadi sendirian ditinggal disini, terkadang warga yang memberinya makan, dan bantuan yang lainnya,” tungkasnya (Tri).
















Tinggalkan Balasan