Tali Jembatan Dihantam Air Rumah Warga Ikut Bergetar

EMPAT LAWANG-Warga Desa Terusan Lama, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, harap-harap cemas, sejak putusnya jembatan gantung pada Satu (1) Januari yang lalu.

Sebab tali seling jembatan tersebut masih melintang diatasi sungai Musi, dan jika air pasang tali jembatan tersebut dihantam air dan kayu, sehingga membuat rumah warga ikut bergetar seperti gempa bumi.

Sopian yang meruapkan warga Desa Terusan Lama mengaku, kalau kerap kali air pasang dan menghantam tali jembatan tersebut, membuat Enam (6) rumah di Desa tersebut ikut bergetar.

” ya ini nimbul getaran kayak gempa kalau air pasang, nah kalau hujan kami tidak terlelap tidur,” ungkap Sopian saat dibincangi wartawan dilokasi, Rabu (26/2/2020).

Dirinya berharap, agar jembatan tersebut segera dibangun kembali, sebab itu merupakan akses warga untuk kekebun.

” kita menyebarang naik ketek, Rp 5000 sekali naik ketek, tapi walaupun ini belum di bangun potong saja, karena kayu-kayu bisa nyangkut kalau tidak di potong dan gangguannya kuat sekali takut nya rumah kami ini roboh,” harapnya.

Sementara itu Kades Terusan Lama Hardiyanto mengatakan, bahwa jembatan tersebut dibangun oleh pihak Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2013 yang lalu.

Dan sejak jembatan tersebut putus, sangat memperlambat akses warga untuk kekebun, sebab 80 persen warga Terusan Lam ada petani, dan kebanyakan kebunnya berada di seberang sungai Musi.

” Ini membuat warga ketakutan apabila air pasang seling nya, terkena air dan kayu, rumah warga ikut bergetar seperti gempa bumi. Jadi kami harap pihak Provinsi untuk di bangun, kalaupun tidak di bangun kami harap dilepas saja, karena ada enam buah rumah yang merasakan getaran itu,” harapnya.

Kepala BPBD Empat Lawang Kuswinarto melalui Sekertaris BPBD Junaidi Amin menjelaskan kalau pihaknya sudah meninjau dan mengecek langsung kondisi jembatan tersebut.

Dirinya juga mengaku kalau jembatan tersebut dibangun oleh pihak provinsi, dan berharap agar jembatan tersebut segera di bangun kembali, sebab jembatan tersebut merupakan akses warga untuk kekebun.

” yang kami khawatirkan kalau air pasang akan terjadi getaran, jadi kami takut ada bencana lain, ini dampaknya banyak, akses kekebun warga, dan even Nasional seperti serapungan melintas dikawasan ini,” ujarnya (red 2).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *