Paiker Perpanjang Larangan Hajatan

Bahaya Virus Covid-19 yang masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, ditambah varian. membuat Pemerintah Kecamatan Paiker Kabupaten Empat Lawang, melakukan aturan ketat meski pemerintah kabupaten telah melonggarkan untuk melakukan persedekahan, hal tersebut untuk menekan penyebaran virus covid-19, seperti melarang hajatan pernikahan ataupun sedekah, dan terus memberikan himbauan ke masyarakat untuk selalu taat akan prokes Covid-19.

Meski Sudah Diloggarkan, Paiker Perpanjang Pelarangan Hajatan

Agus Subhan Bakin – Empat Lawang

Menindaklanjuti Intruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Bupati Empat Lawang melakukan rapat tentang penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan resepsi Pernikahan, akad nikah dan acara sosial lainnya, Senin 30/08/2021.

Acara yang di selenggarakan di Ruang Rapat Madani, dibuka oleh Wakil Bupati Empat Lawang Yulius Maulan S.T dan dihadiri Forkopimda serta Camat dan Forum Kepala Desa Sekabupaten Empat Lawang.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Empat Lawang Yulius Maulana menyampaikan, bahwa kabupaten Empat Lawang masuk Level dua (2), sehingga untuk persedekahan di perbolehkan namun undangan diusahakan maksimal 50 % dari kapasitas, untuk pemasangan tenda hanya di perbolehkan 6 unit dan kursi hanya boleh diisi 50 % dari kapasitas tenda.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Hj. Hepy Safriani S.K.M. M.Kes mendukung di longgarkannya acara resepsi Pernikahan namun tetap dengan Prokes.” Untuk daerah yang memang layak di buka, saya berharap para petugas nantinya benar-benar mengawasi dan menerapkan Prokes yang ketat, jangan sampai mengabaikan Prokes sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Bunda Hepy.

Mayoritas pejabat yang hadir sepakat, persedekahan di masa Pandemi Covid-19 di buka namun dengan catatan, diantaranya ada perjanjian antara satgas covid-19 dengan yang mengadakan persedekahan, serta dibuat aturan-aturan penyelenggaraan persedekahan di masa pandemi ini dengan sanksi yang mengikuti.

Wabup juga meminta kepada Camat agar segera mensosialisasikan Perbup ini.” Saya minta para Camat kumpulkan kepala Desa untuk mensosialisasikan aturan ini, jangan sampai orang yang punya persedekahan habis senang-senang di periksa karena tidak tau aturan tekhnisnya,” ungkap Yulius.

Hanya Kecamatan Paiker belum dilonggarkan aturan persedekahan, mengingat Paiker Penyumbang terbanyak Pasien Covid-19 di Kabupaten Empat Lawang. Juga berdasarakan paparan Camat Paiker dan Kepala Desa Air manyan yang ingin wilayahnya tetap landai dan ditakutkan apabila persedekahan di longgarkan akan menambah penyebaran Covid-19.

” Kami masyarakat Paiker belum siap di untuk mengadakan persedekahan. Bukan niat membantah namun untuk prokes kami tidak berani menjamin bahwa aturan ini bisa di terapakan karena membubarkan kerumunan itu di tempat kita susah pak,” ungkap Ketua Forum Kepala Desa Paiker di hadapan peserta rapat.

Hal ini mengingat wialayah Kecamatan Paiker saat ini penyumbang terbanyak pasien COVID-19 di Kabupaten Empat Lawang. Juga berdasarakan paparan Camat Paiker dan Ketua Forum Kades Kecamatan Paiker, bahwa pihaknya ingin wilayahnya tetap landai dan ditakutkan apabila persedekahan dilonggarkan akan menambah penyebaran COVID-19 di Kecamatan Paiker.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Empat Lawang menyampaikan, saat ini Kabupaten Empat Lawang masuk Level Dua (2), sehingga untuk persedekahan diperbolehkan.

” Undangan diusahakan maksimal 50 % dari kapasitas, sementara untuk pemasangan tenda hanya di perbolehkan 6 unit dan kursi hanya boleh diisi 50 % dari kapasitas tenda,” kata Wabup Empat Lawang Yulius Maulana.

Wabup juga meminta kepada para Camat agar segera mensosialisasikan Peraturan ini kepada para Kepala Desa (Kades) dan Lurah diwilayahnya masing-masing.

” Saya minta para Camat kumpulkan Kepala Desa untuk mensosialisasikan aturan ini, jangan sampai orang yang punya persedekahan habis senang-senang di periksa karena tidak tahu aturan tekhnisnya,” tegasnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Hj Hepy Safriani, mendukung di longgarkannya acara resepsi Pernikahan namun tetap dengan Prokes yang ketat.

” Untuk daerah yang memang layak di buka, saya berharap para petugas nantinya benar-benar mengawasi dan menerapkan Prokes yang ketat, sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Heppy.

Terpisah Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Empat Lawang dr Arga Sena mengatakan, bahwa Surat Edaran (SE) Bupati tentang larangan persedekahan dicabut.

Mulai diperbolehkan lagi 1 September, dengan prokes ketat, pengecualian di Paiker tetap pakai SE yang lama sampai 2 Minggu kedepan karena kasus covid masih tinggi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, mayoritas pejabat yang hadir sepakat, persedekahan di masa Pandemi Covid-19 di buka namun dengan catatan, diantaranya ada perjanjian antara satgas covid-19 dengan yang mengadakan persedekahan. Serta dibuat aturan-aturan penyelenggaraan persedekahan di masa pandemi ini dengan sanksi yang mengikuti (Baken)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *