Antisipasi banjir , Warga diajak Gotong royong Bersihkan Selokan

EMPAT LAWANG – Mengantisipasi musim hujan yang dapat mengakibatkan banjir besar yang merusak pemukiman maupun lahan pertanian masyarakat Tanjung beringin yang dikomandoi Megi Aresmansyah kepala desa Tanjung Beringin secara gotong royong membersihkan siring (selokan) yang ada di desa mereka.

Dengan dinormalisasi siring yang tersebar di Tanjung Beringin diharapkan air tumpah air hujan yang berlebihan dapat disalurkan ke sungai.

Sebelum kegiatan kepala desa mengajar masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan membersihkan selokan yang ada didepan rumah, sawah dan kebunnya masing-masing, termasuk meribas (memotong) tanaman liar yang ada sehingga jalan tidak menyempit.

Kegiatan hari ini (12/09) diharapan sebagai pemicu bangkitnya tradisi gotong-royong yang berangsur hilang. Dalam kegiatan selain melibatkan bapak-bapak juga diikuti ibu-ibu.

Mereka tidak sungkan terjung langsung keselokan. Noperman Subhi camat Pasemah Air Keruh mengapresiasi budaya gotong-royong yang muncul lagi di desa, khususnya menyangkut kepentingan masyarakat seperti membersihkan saluran air atau jalan yang ditumbuhi rumput liar.

Sebenarnya budaya gotong royong sudah menjadi tradisi sampai sekarang, khususnya saat ada hajatan yang dikenal dengan istilah beagokan.

Sebelumnya di desa Penantian dilakukan pembersihan jalan akses kepemakaman umum di Pagar Jati membersihkan siring sepanjang desa yang selama ini menimbulkan bau tidak sedap.

Lawang Agung merupakan desa yang masih sangat kental menjaga tradisi gotong royong. Contohnya setiap aktivitas bersawah yang menyangkut kepentingan para petani mereka secara bersama-sama mengerjakannya, bukan dengan cara mengupah. (TOM)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *