Jembatan Di Desa Mekarti Jaya Terancam Ambruk

EMPAT LAWANG – Salah satu sisi tiang jembatan penghubung Jalur II dengan Jalur III di Desa Mekarti Jaya (3B) Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang Ambruk. Saat ini jembatan tersebut terancam ambruk.

Menurut keterangan warga sekitar, ambruknya tiang jembatan yang merupakan akses utama warga di Desa itu, sudah cukup lama terjadi, dan bila tidak segera ditanggulangi, akan memutuskan akses warga dari kawasan Jalur II dengan kawasan Jalur III atau dari arah sebaliknya di Desa tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Suparni mengatakan, jembatan di Desanya tersebut, memang sudah cukup tua, karena dibangun sekitar 80-an tahun lalu.

” Panjang jembatan itu sekitar 6 meter dengan lebar sekitar 4 meter, dibangun pada era 80-an, waktu Empat Lawang masih bergabung dengan Kabupaten Lahat,” ungkap Parni kepada wartawan, Senin (11/10).

Dirinya mengaku tidak tahu persis kapan sebagian tiang jembatan itu ambruk. Namun yang jelas, anak sungai di bawah jembatan tersebut sering kali meluap saat terjadi hujan lebat di wilayah Desanya.

” Jika melihat kondisinya sekarang, tinggal menunggu waktu saja jembatan itu benar-benar ambruk, karena separuh badan jembatan posisinya sudah menggantung, tidak ada lagi tiang penyanggah,” katanya.

Warga lain, Sardiman mengatakan, kondisi jembatan itu sudah sangat berbahaya jika dilalui kendaraan roda empat bermuatan. Karena sewaktu-waktu bisa saja ambruk.

” Pernah kemarin ada mobil Avanzah yang terjeblos di lubang sisi jembatan yang kini sudah saya pasangi bambu sebagai rambu. Untung saja bisa dievakuasi saat itu,” ceritanya.

Terpisah, Kepala Desa Mekarti Jaya (3B) Kecamatan Tebing Tinggi, Jhon Hengki melalui Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan, Zulpan Aliansyah menjelaskan, jembatan yang sudah nyaris ambruk tersbut merupakan akses vital di Desanya.

Sebab tidak hanya menjadi akses warga desa dari kawasan wilayah Jalur II ke Jalur III atau dari arah sebaliknya, namun juga akses anak-anak untuk ke Sekolah, karena letak Sekolah di Desanya berada di jalur III

” Ada sekolah di sana dan ada sekitar 64 kepala keluarga yang bermukim di Jalur III. Jika jembatan itu ambruk, bakal menyusahkan warga di sana,” ucapnya.

Pihaknya sambung Zulvan, sudah menyampaikan kondisi jembatan tersebut ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, bahkan sudah menyampaikan proposal pembagunan/rehab berat jembatan tersebut. Namun hingga kini belum ada kejelasan terkait proposal itu.

“Perkiraan kami, Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan itu, diperlukan sekitar Rp200 juta, nilai sebanyak itu bakal menguras Dana Desa jika dibebankan ke Dana Desa. Sementara jalan termasuk jembatan itu setahu saya merupakan jalan yang menjadi wewenang pengelolaannya ada di Kabupaten,” ujarnya.

Dia berharap, Pemkab Empat Lawang, dapat segera menindaklanjuti perbaikan jembatan di desanya itu, karena sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat di desanya jika jembatan itu benar-benar ambruk (Red2).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *