Kejari usut dugaan Penyelewengan bantuan KIP di Empat Lawang

EMPAT LAWANG – Kejaksaan Negeri Empat Lawang akan menindak lanjuti kasus dugaan penyelewengan bantuan dana kartu indonesia pintar (KiP) di Sekolah Dasar Negeri 1 Tebing Tinggi,

Menurut Sigit Prabowo, SH., MH Kepala Kejaksaan Negeri Empat Lawang merasa aneh penarikan di buku rekening penerima itu bukan ditarik oleh penerima KIP.

” Kalau ada data-datanya bisa dikirim ke sini mas, sebab aneh ada penarikan tapi tidak diterima oleh yang berhak menerimanya (Penerima KIP), Tolong dikirimkan aslinya (fisiknya) ya mas, nanti akan saya telaah kalau memang benar dana yang cair tersebut tidak diterima oleh yang berhak maka akan kita lakukan penegakan hukum,” Katanya belum lama

Masih dikatakan Sigit, pihaknya segera menindak lanjuti kasus dugaan penyelewengan bantuan dana kip di SD Negeri 1 Tebing Tinggi

” Segera kami tindaklanjuti, Terimakasih,” ucapnya.

Sementara itu orang tua murid yang dana KIP anaknya yang diduga diselewengkan, berharap agar pihak hukum dapat membantunya.

” Mudah mudahan pak jaksa bisa menolong kami orang kecil ini, dengan bantuan pak jaksa mudah mudahan uang KIp anak bisa kembali,” Kata Orang tua murid sembari berharap

Sebelumnya diberitakan, Bantuan kartu indonesia pintar (KiP ) sebesar 450 ribu pertahunnya di Sekolah Dasar Negeri 1 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang diduga sudah dicairkan / hilang.

Pasalnya, Pencairan dana kip ditahun 2019, 2020 dan 2021 itu tidak pernah lagi diterima oleh penerima bantuan Kip (Siswa)

Seperti ditahun 2019, bantuan kip sebesar 450 ribu itu telah dilakukan penarikan pada buku rekening penerima dengan waktu penarikan tanggal 29 April 2019 lalu yang diduga dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

” Anak saya tidak pernah melakukan penarikan bantuan KIP pada tahun 2019 lalu, Penarikan hanya satu kali di tahun 2018 lalu, tapi dibuku Rekening Kip anak saya itu sudah dilakukan penarikan, karena dibuku rekening itu ada print out-nya bahwa di tahun 2019 telah dilakukan penarikan,” Kata NY pada wartawan belum lama ini.

Padahal, katanya, Bantuan itu sangat berguna untuk anaknya agar bisa menunjang memenuhi kebutuhan sekolah. ” Bantuan itu sangat berguna untuk anak saya, Untuk beli peralatan sekolah, seperti buku, pensil dan lainnya,” Ungkapnya

Sementara kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Tebing Tinggi Nurjanah melalui Operator Sekolah Suparno membantah kalau dirinya yang mencairan bantuan itu, dirinya beralasan bahwa bantuan kip ditahun 2019 lalu ditarik kembali oleh kementerian dan bank.

“Ditarik lagi oleh bank, oleh kementerian lagi, bukan kita saja sekolah lain juga, uang itu ditarik kementerian lagi ditarik ulang lagi, kita tidak bisa menarik uang itu karena untuk menarik uang itu harus ada tanda tangan siswa, kalau saya yang menarik pasti disana anak nama saya,” Kata Suparno . (Dik)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *