Warga Resah Listrik Kerap Padam, Ini Penjelasan PLN

Reporter | Editor : Diki

EMPAT LAWANG – Warga Kabupaten Empat Lawang setiap malam dibuat resah dengan pemadaman listrik yang terjadi di kawasan ibu Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Senin (30/09/2024).

Warga resah karena pemadaman selalu terjadi tanpa adanya surat pemberitahuan pemadaman dari pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) ULP Tebing Tinggi Cabang Empat Lawang.

“Bagaimana kita tidak marah, setiap hari pasti mati lampu. Lihat malam ini tidak ada surat pemberitahuan pemadaman, lampu hampir 24 jam padam, ” jelas rahayu warga pasar tebing tinggi.

Disisi lain, Ardi warga pasar ilir mengaku listrik dirumah nya bahkan mengalami pemadaman hingga tiga hingga empat kali dalam sehari. Akibatnya, akitivitas mereka sangat terganggu.

Pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari sepekan terakhir ini tidak hanya menganggu aktivitas rumah tanga dan bisnis, tetapi juga berisiko merusak peralatan elektronik seperti televisi, komputer, kulkas dan mesin cuci.

“Kami sangat terganggu dengan pemadaman kali ini, spaning rendah mengakibatkan banyak nya barang elektronik rusak, peralatan elektronik sangat sensitif terhadap perubahan arus listrik. Siapa yang mau ganti, PLN ? Giliran telat bayar listrik langsung mau dicabut tanpa adanya pemikiran,” jelasnya.

Lanjutnya, dirinya juga menyampaikan arus listrik yang tidak stabil, “Lage hansep Watt (seperti tidak cukup arus), ” katanya sambil mengeluh.

Diketahui, Kabupaten Empat Lawang diresmikan pada tahun 20 April 2007 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lahat sampai Tahun 2024 saat ini permasalahan Listrik di Kabupaten Empat Lawang belum juga terselesaikan.

Sementara itu, Kepala Perusahaan Listrik Negara (PLN) ULP Tebing Tinggi Dedi Setiawan saat dikonfirmasi mengatakan saat ini listrik menggalami gangguan suplai dari Kabupaten Lahat maupun kota Lubuk Linggau.

“Sedang ada gangguan jaringan listrik baik suplai lahat maupun suplai linggau, kami
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini
Kami usahakan secepatnya untuk penormalan jaringan listrik, ” ungkapnya

Terkait adanya tidak cukup arus pihak nya juga menjelaskan bahwa unit 1 kurang optimal yang disuplai ke kota Tebing Tinggi.

“Sejak sabtu kemarin dikarenakan ada gangguan unit #1 PLTMG Jayaloka
Sehingga kurang optimal untuk beban yang disuplai ke kota tebing tinggi dan suplai tegangan kota tebing tinggi saat ini dari lahat, ” jelasnya.

Kondisi listrik yang tidak stabil seperti ini memang memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang, mengingat dampaknya yang cukup besar bagi kehidupan sehari-hari masyarakat serta operasional bisnis. Warga dan pelaku usaha berharap adanya solusi jangka panjang untuk menjamin kestabilan pasokan listrik di wilayah mereka.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *