Reporter | Editor : Diki
EMPAT LAWANG Sumsel – Setahun belakangan ini banyak bangunan dan gedung milik pemerintah Kabupaten Empat Lawang terbengkalai dan tidak terawat.
Diantaranya ialah rumah dinas khususnya Wakil Bupati Empat Lawang di kawasan Desa rantau tenang, Kecamatan Tebing Tinggi, Senin (03/02/2025).
Rumah dinas tersebut berada di pingir jalan lintas ditengah perkampungan yang ramai, namun seperti kita ketahui walaupun di tengah perkampungan yang ramai rumah dinas wakil bupati itu tidak terurus.
Pantauan dilapangan, terlihat seluruh halaman rumah ditumbuhi oleh rumput yang dipekerkirakan mencapai satu meter. Tidak hanya itu tampak halaman depan terutama pagar banyak ditumbuhi oleh semak belukar. Kondisi bangunan rumah dinas sudah terlihat kusam dimana cat cat sudah mengelupas.
Menurut warga yang dibincangi ketika melintas, rumah dinas tersebut sudah setahun lebih tidak ditunggu, semenjak wakil Bupati Empat Lawang yang dulu sudah habis periodenya.
“Sudah hampir setahun pak, semenjak Yulius Maulana tidak lagi menjabat sebagai Wakil Bupati Empat Lawang, sampai saat ini belum ada kami melihat perbaikan disini ” katanya
Selain itu, dirinya juga sangat menyayangkan rumah dinas wakil bupati empat lawang terbengkalai seperti tidak terurus, padahal seperti kita ketahui tidak lama lagi pelantikan bupati dan wakil bupati periode 2024 – 2029.
“Sayang sekali pak, padahal masih bagus tapi karena tidak terawat menjadi terbengkalai seperti rumah hantu. Semestinya pemerintah itu ada anggaran untuk biaya perawatan aset sehingga tidak terbengkalai, kan tidak lama lagi kita pelantikan bupati terpilih, ” jelasnya
Sementara itu, Aldiwan Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Empat Lawang saat dikonfimasi menjelaskan bahwa bidang aset hanya bisa melalukan administratif.
“pada prinsipnya bidang aset hanya berwenang untuk penatausahaan secara administratif. Sedangankan Terkait pengelolaan / perawatan aset nya itu kembali ke kantor dimana KIB nya tercatat, ” ungkapnya
Lanjutnya, dirinya juga menjawab terkait untuk perawatan aset kembali ke instasi masing masing.
“aset tidak bisa ngecek. Itu kembali ke kantor yang punyo aset tersebut, ” tuturnya.
Disini lain, seperti diketahui Rumah dinas penjabat bupati empat lawang terus merenop seperti pengerjaan pembangunan pagar rumah dinas yang menelan anggaran mencapai Rp. 995.747.000 (Sembilan ratus sembilan puluh lima juta tujuh ratus empat puluh tujuh rupiah) atau hampir mencapai satu miliyar rupiah.






























Tinggalkan Balasan