Reporter I Editor : Nanda
EMPAT LAWANG – Adanya program pemerintah pusat Makan Bergizi Gratis (MBG) kini sudah di jalankan oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang sejak Senin (17/02/25).
Baru berjalan dua hari program ini di Kabupaten Empat Lawang telah memakan korban beberapa siswa Sekolah Dasar (SD) yang mengalami keracunan dan mual-mual di karenakan pada makanan yang di berikan itu terdapat ulat/belatung.
Hal tersebut sontak membuat heboh di kalangan masyarakat Kabupaten Empat Lawang yang mana ada total 8 anak murid/siswa yang telah di larikan ke puskesmas di Kecamatan Tebing Tinggi.
Salah satu siswa yang sempat dilarikan ke kantor sekolah mengaku mengalami mual dan muntah usai memakan ikan sebelum adanya peringatan dari guru dan teman-temannya.
“Tadi tuh mual, muntah. Belum dengar pengumuman, aku sudah makan ikannya. Sekarang sakit perut,” ujar seorang siswa yang tengah ditangani oleh pihak sekolah.
Di sisi lain, Kapolres Empat Lawang bersama Satreskrim Polres Empat Lawang telah melakukan pemeriksaan langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tebing Tinggi, tempat pengolahan makanan bagi para siswa.
Kejadian ini semakin diperburuk dengan laporan sebelumnya dari SDN 8 Tebing Tinggi, di mana makanan gratis ditemukan mengandung ulat kecil di dalam wadah nasi berbahan stainless.
Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, bersama Kasat Intel AKP Gunawan dan Kasat Reskrim Iptu Adam Rahman, langsung turun tangan mengecek dapur penyedia makanan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi MBG di Kabupaten Empat Lawang hingga ada kejelasan lebih lanjut terkait standar kebersihan dan keamanan makanan yang disediakan.
“Kami masih mendalami adanya dugaan kelalaian, mengingat sudah ada korban dari pihak anak-anak. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan, jadi kami belum bisa memberikan pernyataan lebih jauh,” ujar Kapolres kepada awak media, Selasa (18/02/25).
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa delapan siswa yang menjadi korban telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tebing Tinggi.
Sementara itu, pihak penyedia makanan dan yayasan terkait akan segera dimintai keterangan, terutama karena makanan tersebut berasal dari vendor pihak ketiga.
Dengan dihentikannya program MBG untuk sementara, orang tua siswa berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar pengolahan dan distribusi makanan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

















Tinggalkan Balasan