
Reporter/Editor: Diki/krdo
Empat Lawang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang memperkuat monitoring banjir di Kecamatan Pasemah Air Keruh, Senin, 6 April 2026. Langkah ini dilakukan menyusul hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sehari sebelumnya dan memicu banjir di tiga desa.
Pemantauan difokuskan di Desa Nanjungan, Pagar Jati, dan Air Mayan. Sebanyak empat personel diterjunkan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus melakukan penanganan awal.
Di Desa Nanjungan, banjir menyebabkan sekitar 5 hektare sawah gagal panen dan 20 hektare lainnya terdampak. Sebanyak 10 rumah warga terendam lumpur, namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan berat. Di Desa Pagar Jati, derasnya arus air menyebabkan bendungan jebol. Sementara di Desa Air Mayan, sekitar 25 hektare sawah terdampak, disertai sejumlah rumah warga yang kemasukan air dan lumpur.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Empat Lawang, Okta Retalia, S.I.Kom, menyatakan bahwa BPBD terus mengedepankan respons cepat dan pemantauan berkelanjutan. “Tim kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi warga serta melakukan langkah penanganan awal. Monitoring terus dilakukan agar dampak tidak meluas,” ujarnya.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Empat Lawang, Fero Ananta, menambahkan bahwa pihaknya fokus pada upaya tanggap darurat di lapangan. “Kami memastikan penanganan berjalan cepat, terutama pada titik-titik yang berisiko tinggi. Koordinasi dengan pemerintah desa juga terus dilakukan,” katanya singkat.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih dalam pemantauan intensif dan dinyatakan terkendali.
























Tinggalkan Balasan