
EMPAT LAWANG – Upaya tanpa henti yang dilakukan tim gabungan yang dipimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang akhirnya membuahkan hasil. Setelah empat hari pencarian, korban tenggelam di Sungai Musi, Else Zagrani (14), berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (9/5/2026).
Else, siswi kelas VI SD asal Desa Karang Gede, Kecamatan Sikap Dalam, ditemukan mengapung di tepian Sungai Musi, tepatnya di Desa Rantau Dodor, Kecamatan Pendopo Barat.
Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh sang kakek, Heri, yang langsung menghubungi petugas setelah melihat tubuh cucunya mengambang di dekat lokasi pemandian warga.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Empat Lawang, Fero Ananta, mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan jenazah sekitar pukul 08.00 WIB.
“Begitu mendapat informasi, tim segera menuju lokasi. Setelah dilakukan identifikasi oleh keluarga, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Else Zagrani,” ujar Fero.
Ia menjelaskan, lokasi ditemukannya korban berada sekitar empat kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam pada Rabu (6/5/2026).
Selama proses pencarian, BPBD Empat Lawang bersama Basarnas, TNI, Polri, aparat kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat terus menyisir aliran Sungai Musi dari Desa Terusan hingga Desa Batu Raja, Kecamatan Tebing Tinggi.
“Operasi pencarian dilakukan secara maksimal setiap hari. Alhamdulillah, pada hari keempat korban berhasil ditemukan,” tambahnya.
Sebelumnya, Else Zagrani tenggelam bersama rekannya, Ledis Bulandari (14), saat bermain di Sungai Musi. Keduanya diduga tidak dapat berenang sehingga terseret arus sungai yang cukup deras.
Ledis Bulandari lebih dahulu ditemukan pada Kamis (7/5/2026) di Desa Lubuk Gelanggang, Kecamatan Tebing Tinggi.
Dengan ditemukannya Else Zagrani, maka operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.
Keberhasilan ini menjadi bukti kesigapan dan dedikasi BPBD Empat Lawang bersama seluruh unsur tim gabungan dalam menjalankan misi kemanusiaan. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.





























Tinggalkan Balasan