
EMPAT LAWANG – Kerja keras tim gabungan yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang akhirnya membuahkan hasil. Setelah melakukan pencarian intensif selama dua hari, satu dari dua korban hanyut di Sungai Musi wilayah Desa Karang Gede, Kecamatan Sikap Dalam, berhasil ditemukan pada Kamis sore (7/5/2026).
Korban yang ditemukan diketahui bernama Ledis Bulandari, anak dari Ledi. Jasad korban ditemukan tersangkut di ranting kayu di wilayah Desa Lubuk Gelanggang, Kecamatan Tebing Tinggi, atau sekitar 50 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Empat Lawang, Fero Ananta, mengatakan penemuan tersebut merupakan hasil kerja sama dan koordinasi solid antara BPBD, Basarnas, TNI, aparat kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
“Korban ditemukan setelah tim menerima informasi dari pihak keluarga. Tim langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi. Setelah dipastikan identitasnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka,” ujar Fero.
Operasi pencarian dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Tim gabungan dibagi menjadi dua regu untuk menyisir aliran sungai dari dua arah berbeda. Tim Basarnas melakukan pencarian dari titik nol Desa Karang Gede menuju Karang Anyar, sementara BPBD Empat Lawang menyisir dari arah berlawanan hingga Simpang Tanjung Raya.
Dalam operasi ini, BPBD Empat Lawang mengerahkan 13 personel yang bekerja tanpa kenal lelah di lapangan. Mereka didukung oleh enam anggota Basarnas, Babinsa, Camat Sikap Dalam, kepala desa, serta warga sekitar.
Meski satu korban telah ditemukan, upaya pencarian masih terus dilanjutkan untuk menemukan korban kedua, Else binti Dodo, yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
“Kami belum menghentikan operasi. Seluruh personel masih fokus menyisir titik-titik rawan di sepanjang aliran Sungai Musi,” tegas Fero.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Palembang, Raymond Konstantin, mengapresiasi sinergi luar biasa seluruh unsur yang terlibat, terutama BPBD Empat Lawang yang sejak awal bergerak cepat dan sigap dalam penanganan musibah tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, khususnya dalam mengawasi anak-anak.
“Sungai memiliki potensi bahaya yang besar, terutama saat arus deras. Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.
Respons cepat BPBD Empat Lawang dalam operasi ini kembali menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana. Dengan semangat kemanusiaan dan kerja sama lintas sektor, harapan untuk menemukan korban kedua terus dijaga.





























Tinggalkan Balasan