EMPAT LAWANG – Ternyata Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabuten Empat Lawang ini sudah cukup banyak, bahkan berbagai macam bidang usaha.
Akan tetapi ada juga pelaku UMKM di Empat Lawang ini , yang sudah mengalami krisis bahkan sampai gulung tikar.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Empat Lawang, Kuswinarto mengatakan sejak dari tahun 2014 hingga tahun 2018, pelaku UMKM di Empat Lawang ini mengalami peningkatan cukup banyak
“Pendataan ulang belum kami lakukan, tapi diperkirakan pelaku UMKM itu berkisar di angka 1800. Itu belum termasuk UMKM di bidang pertanian, seperti usaha kopi, lempok, Durian dan lain sebagainya,” kata Kuswinarto kepada wartawan, Rabu (2/01).
UMKM lanjut Kuswinarto, banyak di bidang bahan sembako atau kebutuhan pokok lainnya, seperti warung kelontongan dan warung nasi atau rumah makan, dan banyak juga UMKM yang bergerak di bidang jasa,” ucapnya.
Dijelaskannya, saat ini Dinas Koperasi terus melakukan pembinaan kepada UMKM. Namun tidak seluruhnya, dikarenakan keterbatasan petugas dan anggaran, dan pihaknya akan meminta bantuan ke Kecamatan untuk melakukan pendataan dan pembinaan.
“Seharusnya para pelaku UMKM bisa melihat peluang dan berinovasi sehingga usahanya terus berkembang, bisa memanfaatkan kemajuan teknologi seperti media sosial. Untuk masalah pendanaan itu bisa mengusulkan bantuan ke Bank-Bank,” jelasnya.
Mengenai UMKM yang mengalami krisis dan gulung tikar Sambung Kuswinarto, dirinya mengakui ada UMKM yang gulung tikar dengan banyak faktor penyebabnya.
“Karena tidak berjalannya modal, tidak balik modal, dan banyak dihutangi pelanggan, pengelolaan yang tidak baik dan lain sebagainya,” tungkasnya (Tri).





























Tinggalkan Balasan