Diduga Petugas RSUD Salah Mengecek Golongan Darah Pasien

EMPAT LAWANG – Diduga oknum Petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang salah mengecek golongan darah pasien yang di diagnosa penderita penyakit kanker rahim.

Hal ini diungkapkan salah satu keluarga pasien yang namanya tak ingin disebutkan yang sedang menjalani perawatan di RSUD Tebing Tinggi tersebut, setelah mendatangi Palang Merah Indonesia (PMI) Lubuk Linggau. Rabu (9/1) Rabu malam.

Dirinya mengaku merasa kecewa dengan kesalahan yang diduga dilakukan oknum Petugas di RSUD Tebing Tinggi yang salah mengecek golongan Darah keluarganya yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit karena menderita kanker rahim.

“Oknum petugas RSUD Empat Lawang mengecek pasien berdarah O, tapi saat dibawa ke PMI Lubuklinggau dan dicek ulang ternyata golongan darah pasien A,” katanya kepada wartawan, Kamis (10/1).

Awalnya dirinya tidak mengetahui kalau pasien memiliki darah A. Tapi dirinya baru mengetahuinya setelah dicek kembali oleh petugas PMI di Lubukinggau.

“Nah waktu itu, Kami sudah membawa kerabat dengan golongan darah O untuk didonorkan. Karena darah pasien A jadi darah O yang didonorkan tersebut kami serahkan ke pihak PMI dan kebetulan stok darah A tersedia,” ujarnya.

Sementara Direktur RSUD Empat Lawang Devi Ariyanti saat dikonfirmasi mengatakan, sebenarnya darah pendonor yang ingin mendonorkan darahnya tersebut ketika di periksa di lab belum jelas.

“Ketika diperiksa petugas kita di lab. Si pendonor darah ini HBnya 6, untuk standarnya HB itu harus 12, jadi darah yang belum jelas ini adalah darah si pendonor,” katanya.

Lanjut Devi pihaknya juga menyarankan kembali kepada pendonor untuk mengecek kembali ke PMI Lubuklinggau untuk memastikan golongan pendonor O atau A, kalau untuk pasien membutuhkan darah O,” ucapnya.

Saat ditanya berapa darah yang dibutuhkan pasien Devi pun tidak mengetahuinya.

Kabid Rekam Medik dan Perencanaan RSUD Empat Lawang, Joko Prayitno menyesalkan adanya dugaan salah pemeriksaan penentuan golongan darah salah satu pasien, yang dilakukan oknum tenaga medis RSUD Empat Lawang.

“Akan kami selidiki dulu, jika memang benar-benar terjadi kesalahan, tentunya akan ditindaklanjuti secara serius,” tungkasnya (Tri).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *