Warga Pertanyakan Kelanjutan Irigasi Dan Cetak Sawah

EMPAT LAWANG РMasyarakat di Kecamatan Muara Pinang mempertanyakan perkembangan pembangunan irigasi Lintang Kanan yang berada di wilayah Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang.

Pasalnya irigasi tersebut akan mengfungsikan jaringan irigasi di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Empat Lawang, yakni Pendopo, Lintang Kanan dan Muara Pinang. Akan tetapi hingga saat ini belum juga difungsikan.

Kepala Desa Muara Lintang Baru, Kecamatan Muara Pinang, Pranoto mengatakan, irigasi Lintang Kanan saat ini belum juga difungsikan. Bahkan beberapa titik bangunan sudah terlihat rusak.

” Percetakan sawah juga belum teralisasi, tidak tahu apa masalahnya hingga saat ini,” kata Pranoto, dihadapan Bupati Empat Lawang, Rabu (17/10).

Dijelaskannya, banyak sawah milik warga mengalami kekeringan kurang lebih tiga bulan karena ada beberapa titik irigasi ditutup untuk pembangunan irigasi Lintang Kanan tersebut.

” Jika permasalahannya pembebasan lahan, warga siap membebaskan lahan. Karena warga sangat mendukung program cetak sawah itu,” jelasnya.

Dilanjutkannya, jika pertanian masyarakat maju dan berkembang pesat, otomatis tingkat ekonomi masyarakat juga akan meningkat.

” Kalau di rumah beras banyak, uang belanja sayur ada, warga lebih baik bertani dari pada jadi begal. Saya rasa kalau warga sudah makmur, keamanan pasti terjamin,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad saat kunjungan ke kantor Camat Muara Pinang mengakui jika irigasi Lintang Kanan belum berfungsi dan bangunan sudah ada yang rusak.

” Nanti Kepala Dinas Pertanian saya minta untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cetak sawah ini. Jika irigasi itu berfungsi, masyarakat pasti makmur,” ungkap Joncik.

Joncik menambahkan, tahun 2018 ini anggaran untuk irigasi tidak digulirkan, tapi 2019 nanti akan digulirkan kembali untuk melanjutkan irigasi dan program cetak sawah tersebut.

” Nanti akan siapkan ganti rugi cetak sawah baru. Minimal 2 ribu hektar akan menjadi lahan persawahan. Dan warga juga diminta untuk mengelola kebun kopinya menjadi lahan persawahan, hasil kebun dengan sawah itu jauh berbeda,”(Tri)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *