Lampung Selatan – Dua orang Wartawan asal Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan, ikut merasakan Tsunami yang terjadi di Selat Sunda, hari Sabtu Minggu malam (22/12), tepatnya di Desa Kunjir, Kecamatan Raja Basa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Tapi kedua Wartawan asal Empat Lawang tersebut selamat dengan lari keatas Bukit Raja Basa, yang berada tepat dibelakang rumah Kakek mereka.
Berdasarkan Informasi yang berhasil didapat, gelombang Tsunami yang menghantam selat Sunda tersebut disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pantauan dilapangan terlihat ratusan warga Desa Kunjir, Kecamatan Raja Basa, Kabupaten Lampung Selatan mengungsi diatas Bukit Raja Basa, dan puluhan Rumah Rusak akibat diterjang Tsunami.
Levi Wartawan Suara Nusantara, warga Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang mengatakan, saat itu dirinya sedang bersilahturahmi dengan keluarganya, dan hendak membuat kopi, tiba-tiba mendengar suara warga berteriak.
“Saya baru saja mau membuat kopi, tiba-tiba saya dengar suara gemuru, waktu saya keluar saya lihat warga lari-lari keatas bukit Raja Basa dan berteriak ada Tsunami,” kata Levi, Senin (24/12).
Setelah itu lanjut Levi, dirinya langsung menyelamatkan anggota keluarganya, dan lari keatas bukit Raja Basa.
“Saya langsung menghubingi keluaraga saya, yang sedang jalan. Pas mati lampu sinyal hilang semua,” ujarnya.
Sementara itu Sumantri yang juga berprofesi sebagai Wartawan, menjelaskan pada saat kejadian dirinya dan beserta beberapa anggota keluarganya sedang berada di Dermaga BOM. Dan hanya berselang beberapa menit saja meninggalkan dermaga BOM tersebut terjadi gelombang Tsunami.
“Waktu itu saya dengan keluarga lagi nongkrong di dermaga BOM, paling 10 menit kami keluar dari dermaga itu, kami melihat warga berhamburan keluar, kami pikir itu ada kebakaran, atau Razia karena ada mobil Polisi, pas kami tanya kewarga air laut naik katanya, langsung kami lari ke dataran yang lebih tinggi, terlambat 10 menit saja kami keluar dari sana maka kami tidak akan terselamatkan, karena saya dengar dermaga Bom itu rata disapu laut,” pungkasnya (Tri).

















Tinggalkan Balasan