EMPAT LAWANG-Hujan deras sejak Sabtu (7/12) hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Empat Lawang, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Empat Lawang ini dilanda banjir, Minggu (8/12/2019).
Berdasarkan Informasi yang didapat, kawasan yang dilanda banjir terjadi di Tiga Desa di Kecamatan Tebing Tinggi, antara lain, Desa Kota Gading, Batu Raja Baru dan Desa Batu Raja Lama.
Kemudian di Desa Gunung Mereksa Baru dan sejumlah titik di Kecamatan Pendopo serta di Kecamatan Muara Pinang dan sejumlah titik di Kecamatan Pasemah Air Keruh.
Penyebab banjir karena meningkatnya debit sejumlah sungai di wilayah Kabupaten Empat Lawang, akibat guyuran hujan deras yang merata hampir di seluruh wilayah Kabupaten Empat Lawang.
Tidak hanya banjir, salah satu jembatan beton sepanjang 21 meter dengan lebar 2,5 meter, yang berada di Desa Niur Kecamatan Muara Pinang, ambruk dan memutuskan akses pemukiman dan akses ke perkebunan warga di Desa itu.
Ambruknya jembatan di Desa tersebut diakibatkan luapan Sungai Air Kandis, yang membawa material kayu menghantam tiang tengah jembatan, sehingga membuat jembatan ambruk.
Kepala Desa Niur Kecamatan Muara Pinang, EM Fitri Junaidi mengatakan, ambruknya jembatan terjadi Minggu (8/12) dini hari sekitar jam 2.30 WIB, akibat luapan Sungai Air Kandis yang disebabkan hujan deras.
“Luapan air membawa material kayu-kayu dari kawasan hulu. Kemudian banyak tersangkut di tiang tengah jembatan, kemungkinan besar itu yang membuat tiang tengah jembatan itu patah dan badan jembatan ambruk,” ungkap Kades.
Terpisah Camat Muara Pinang, Sapar Joly mengatakan kalau dirinya sudah mendapat laporan terkait ambruknya jembatan di Desa Niur tersebut
“Kebetulan saya sedang di Jakarta karena sedang menjalankan tugas belajar. Dan laporan putusnya jembatan itu sudah saya teruskan ke Bupati Empat Lawang,” kata Sapar
Sementara itu Kapolsek Muara Pinang, Iptu Gunawan, mengkau sudah memerintahkan jajarannya untuk meninjau jembatan yang ambruk di Desa Niur Kecamatan Muara Pinang.
Bahkan kata dia, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Koramil setempat, untuk mengambil langkah tanggap darurat untuk membantu warga di lokasi bencana.
“Ya kita akan selalu pantau terus melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas, pasca ambruknya jembatan itu,” jelasnya (Red 2).
































Tinggalkan Balasan