Gelar Lomba Dzikir, Lestarikan Budaya Lokal

Empat Lawang – Sejumlah pelajar dan masyarakat umum di Kabupaten Empat Lawang mengikuti lomba Dikir sebagai Kesenian daerah untuk memelihara dan melestarikan, memasyarakatkan kesenian tradisional di Empatlawang, Kamis (27/02). Di Aula Hotel Kito.

Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Dra. Rita Purwaningsih, melalui Kabid Kebudayaan Vera Nita SE, M.Si mengatakan, selaku penyelenggara perlombaan Dikir guna memilihara, melestarikan dan membangun kesenian tradisional se-Kabupaten Empat Lawang agar kedepannya lebih baik lagi

“Sedikitnya ada 200 peserta dari 14 grup menampilkan dikir dihadapan juri,” ujarnya.

Vebri Al Lintani, tim juri, mengatakan Dikir salah satu bentuk kesenian Empat Lawang atau tradisi. Dikir banyak pengaruh Islam, dulu banyak budaya Islam masuk ke Empat Lawang, kemudian akulturasi dengan kebudayaan lokal.

” Di daerah lain ada juga bentuk seperti ini, di Palembang misalnya, Melayu, Aceh, Kelantan juga ada, di Lintang mengalami proses kreasi yang memunculkan khas Empat Lawang, dengan bahasa dan dialegnya,” katanya.

Kesenian dikir itu ada dua bentuk juga, yang pertama bentuk Ngarak, ada menampilkan semacam gerakan kuntaw atau silat biasanya ditampilkan jika di luar ruangan, kedua untuk di dalam ruangan itu tidak menggunakan kuntaw atau silat hanya tarian saja.

Isi dari kesenian dikir itu biasanya menyampaikan syair- syair Islam, di Empat Lawang ada kreasi biasanya diiringi tetabuhan alat musik terbangan, dengan dimainkan 16 pasang, Delapan orang pemusik dan delapan orang tarian atau silat. (Mega)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *