Hujan Semalaman, 5 Desa Dilanda Banjir

Empat Lawang – Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dari kemarin sore hingga tadi malam mengakibatkan beberapa desa mengalami luapan air,(23/06)

Luapan air yang dikarenakan hujan dari sore sampai malam hari mengakibatkan  jalan dan halaman rumah penduduk di desa Muara Rungga, Padang Gelai, Muara Aman, Air Mayan dan Muara sindang meluap hingga setinggi dada orang dewasa.

Khusus untuk desa Muara Aman memutuskan akses jalan keluar masuk Desa Muara Aman. Selain itu ada sebuah sekolah yang ikut tergenang air, yaitu SD Negeri 10 Pasmah Air Keruh.

Sementara itu di Air Mayan banjir tidak kalah hebatnya, walau tidak setinggi air di Muara Aman tapi membawa material lumpur yang memenuhi jalan dan rumah penduduk.Selain banyak kandang ternak yg hanyut, dibeberapa ruang merobohkan tembok penahan jalan maupun saluran irigasi, ada jembatan yg rusak, apabila diterjang banjir lagi bakal roboh, termasuk juga jembatan yg menghubungkan Paiker dan ulu musi menuju simpang Perigi juga hampir dihantam Air sungai.

Darmawan Arsyad (Kades Air Mayan) mengatakan, ada sekitar 50 Hektar sawah yg siap ditanami rusak parah. Di muara sindang air pun cukup tinggi, hampir menenggelamkan 2 rumah dan menghanyutkan beberapa karung kopi yg baru mereka panen.

“Ya, diperkirakan ada 50 Hektar sawah yang siap di tanami rusak, dan menenggelamkan 2 rumah warga serta menghanyutkan beberapa karung kopi” ujarnya

Noperman Subhi Selaku camat Paiker didampingi petugas BPBD di Paiker, juga mendata jumlah warga dan rumahnya yang menjadi korban banjir, seluruhnya ada 30 rumah.

” Kami berkerjasama dengan pihak kepolisian dan Pemadam kebakaran paiker Untuk membersihkan rumah dan jalan yg dipenuhi lumpur bekas banjir mengguna air yg disemprotkan dari mobil pemadam kebakaran dan meminta masyarakat utk waspada dan bergotong royong mengatasi kerusakan akibat banjir.” Ungkapnya

Banjir yang melanda 5 desa ini sudah dilaporkan kepihak terkait, terutama kepala BPBD dan PUPR Empat Lawang.

“Selain itu, di desa Nanjungan ada beberapa pohon yang roboh sehingga menutup akses menunjung obyek wisata Ayek Gemuroh yang biasa dikunjungi disaat liburan oleh masyarakat Paiker” ujarnya (red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *