Tradisi Tebar Benih Ikan Di Paiker salah satu cara lestarikan Ekosistem dan Habitat

EMPAT LAWANG – Dalam rangka memenuhi undangan lembaga penyiaran milik pemerintah dan memperkenal kecamatan Pasemah Air Keruh, khususnya potensi yang selama ini kurang diketahui masyarakat di Sumatera Selatan.

Noperman Subhi camat Pasemah Air Keruh menjadi bintang tamu dalam acara Ngersayo asuhan Yai Beck salah satu seniman kebanggaan Sumatera Selatan yang mengarang lagu Madak Cakgidik yang berbahasa Empat Lawang.

Dalam interaksinya, Noperman Subhi menjelaskan bahwa Paiker merupakan wilayah yang memilik potensi budaya, kuliner dan wisata.

Budaya bahasa di Paiker ada tiga, memakai kata dide (etnis Besemah), nedo.(etnis Lintang) dan nidau (etnis Bengkulu Selatan). Objek wisata yang menonjol, sumber air panas Suban (terletak antara desa penantian dan Tanjung Beringin), Tebak Gimbe di Muara Sidang, Air Terjun Ayik Gemugho Nanjungan. Sedang kuliner terkenang adalah lemang Paiker, lemang yang bentuk rasanya seperti lemang pada umumnya, yang unik karena dimakan dengan ikan goreng yang rasanya gurih dan pedas.

Satu lagi program yang dicanangkan dan kedepannya menjadi ciri khas masyarakat Paiker, pelepasan bibit ikan ke sungai-sungai yang mengalir di Paiker.

Selama ini pemerintah dan para perantau yang sukses sudah sering melepaskan bibit ikan ke sungai yang ada di Paiker, tapi hasilnya belum maksimal, hal dimungkinkan karena rasa memiliki masyarakat agak kurang.

Dengan adanya masyarakat langsung yang menebar bibit ikan, akan menumbuhkan sikap peduli dan menjaga ikan yang sudah ada serta sudah ditebar dari tangan-tangan jahil masyarakat dengan cara nyentrum atau mutas dengan membabi buta.

Pelepasan bibit ikan juga sebagai simbol, pasangan pengantin lepas dari tanggung jawab orangtua dan saudara-saudara tua. Selain itu mengambarkan harapan agar mereka cepat berkembang, segera mendapatkan keturunan dan mandiri secara psikologis dan ekonomi.

2 sampai 3 tahun kedepan, ikan air tawar atau sungai akan melimpah karena kepedulian masyarakat melepas bibit ikan yang tidak sebatas pasangan pengantin tapi juga menyentuh setiap putra daerah yang pula ke Paiker maupun para wisatawan yang ingin menikmati wisata, budaya dan kuliner Paiker. Ikan goreng sebagai pelengkap makan lemang bukan lagi hasil budidaya ternak dari luar tetapi memang asli hasil tangkapan dari sungai yang mengalir di Paiker.(Tom)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *