Program Padat Karya Diwilayah II Sumbagsel Libatkan 140 Warga Empat Lawang

EMPAT LAWANG – Anggota Komisi V DPR RI Hanna Gayatri, tinjau langsung pelaksanan program padat karya diwilayah II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), dalam rangka peningkatan jalur Kereta Api (KA) R.42 menjadi R.54, lintas Lahat-Lubuinggau, Segmen Bungamas-Lubuinggau, di Satsiun KA Tebing Tinggi, Kamis (21/10/2021).

Program padat karya tahun 2021 ini, berhasil menyerap 470 Tenaga kerja, 140 diantaranya merupakan warga Kabupaten Empat Lawang.

Pada kesempatan tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Hanna Gaytri mengatakan, kalau tugas dari Komisi V ini adalah peninjauan, apakah ini layak atau tidak.

Nantinya akan dilaporkan ke Ketua Komisi, biyaya nya berapa, berapa jaraknya, berapa panjangnya. Jadi kurang atau lebih akan disampaikan ke Ketua Komisi,” jelas Hanna saat dibincangi wartawan, disela-sela peninjauan program padat karya di Stasiun KA Tebing Tinggi.

Menurut hasil pengamatannya, program padat karya ini cukup murah. Dan Insyaallah jika ada rapat lagi, akan di ajukan lagi anggarannya berapa yang pantas. Supaya ini lebih bagus lagi.

Sementar Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad mengatakan, ada 140 warga Empat Lawang yang masuk dalam program padat karya. Dan ini merupkan salah satu bentuk pemerintah dalam membantu masyarakat.

“Mereka mengaku masuk ke program padat karya ini, kepenuhan mereka tercukupi, saya sebagai Bupati Empat Lawamg akan backup program pemerintah pusat ini,” jelas Joncik

Kereta api lanjut orang nomor satu di Kabupaten Empat Lawang ini, adalah angkutan yang sudah lama sejak zaman Belanda, tapi sempat kehilangan marwahnya. Namun 20 tahun terakhir ini sudah menjadi primadona bagi masyarakat.

Terpisah Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementrian Perhubungan Indonesia Danto Restyawan mengungkapkan, kalau program padat karya ini merupakan program dari pemerintah. Dan harus selesai tepat waktu.

“Mengganti rel itu tidak mudah, kita harus menunggu kereta api yang pertama lewat dan kereta api yang terakhir. Perlu waktu beberapa jam, jadi harus selesai sebelum kereta api berikutnya. Makanya melibatkan 470 pekerja,” ujarnya (red2).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *