Beli Pertalite Pakai Derijen Di SPBU Dilarang ! Saiful : Jika Untuk Masjid Masih kami usahakan

EMPAT LAWANG – Saat ini masyarakat dilarang melakukan pembelian Bahan bakar minyak (BBM) Jenis pertalite menggunakan jerigen Kebijakan ini akan diberlakukan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia, Sabtu (09/03/2022)

Pasalnya PT Pertamina (Persero) sudah melarang pembelian bahan bakar minyak (BBM) Jenis Pertalite menggunakan jerigen atau drum, Pengumuman itu tertuang dalam surat ditujukan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Di wilayah Jawa timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Jatimbalinus)

Didalam surat itu dikatakan larangan itu berkaitan dengan perubahan stasiun Pertalite yang tadinya merupakan jenis BBM Umum menjadi jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP)

Ini isi lengkap surat edaran dari Pertamina.
Jakarta, 06 April 2022

Larangan
Perihal: Larangan Pelayanan Jerigen Produk Pertalite JBKP

Yang Terhormat
Pengusaha SPBU/Lembaga Penyalur BBM
Wilayah Regional Jatimbalinus
Di Tempat

Mengacu:
1. UU RI No 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi
2. Sesuai Peraturan Presiden No 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, harga jual eceran bahan bakar minyak
3. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI No 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang jenis bahan bakar minyak khusus penugasan.

Sehubungan dengan perubahan status Pertalite dari Jenis BBM Umum (JBU) menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), maka bersama ini kami tegaskan bahwa SPBU/Lembara Penyalur DILARANG melayani pembelian Pertalite dengan jeriken/drum yang digunakan untuk diperjualbelikan kembali (pengecer).

Jika terjadi pelanggaran pelayanan pertalite, akan dilakukan pembinaan/sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Demikian kami sampaikan untuk pelaksanaan saudara, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih

Sementara itu, Saiful selaku pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kawasan Talang Gunung Kecamatan Tebing Tinggi saat di konfirmasi terkait surat yang di edarkan PT Pertamina mengatakan bahwa Kalau Kami SPBU masih habis itulah yang membuat binggung bagaimana mesin masjid dan lain lain

“Kalu kami SPBU tanpa jual jerigen masih laku dan masih habis terus, yang bingung itu kalu mesin Masjid, mesin parut, mesin mesin di pasar yang mengunakan pertalite “Kata Saiful Selaku Pemilik SPBU Di Kabupaten Empat Lawang

Saat ditanya mengenai apakah SPBU milik ia masih menerima Pertalite pakai jerigen apa tidak Saiful menegaskan bahwa tidak lagi melayani pengisian pertalite pakai jerigen terkecuali mesin masjid masih tetap di upayakan

“Tidak lagi, Kalau untuk masjid masih tetap diusahakan dan Kuota pertalite perhari mencapai kadang 8 Kilo kadang 16 Kilo “Jelasnya

Salah seorang penjual BBM Eceran, Siom mengaku kaget terkait aturan tersebut

“Saya baru mendengar bahwa ada aturan baru, selama ini memang kita membeli mengunakan jerigen untuk di jual lagi “Jelasnya

Siom juga menambahkan apapun yang terjadi bila memang itu sudah menjadi aturan, mau tidak mau tetap harus disesuaikan . (Dik)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *