
Reporter : Redaksi Editor : Mega
EMPAT LAWANG – Setelah ramainya gaya hidup keluarga para aparatur negara yang terlihat glamor dan hedon. Kini biaya Pengadaan Lampu Penerang Jalan Umum Tenaga Surya menjadi sorotan masyarakat karena setidaknya anggaran tersebut menyentuh Rp.653.125.000 juta rupiah untuk 25 unit PJU, Kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) tersebut adalah 42751955.
Dinas Perhubungan Kabupaten Empat Lawang setiap tahunnya mengalokasikan dana hingga milyaran rupiah dari APBD Tahun 2023.
Hal itu diketahui dari Website https://sirup.lkpp.go.id/sirup/ro/penyedia/satker/176339 Dinas Perhubungan Kabupaten Empat Lawang telah merencanakan 14 item yaitu Belanja Modal Bangunan Fasilitas Umum Rp.160.000.000 juta rupiah, Belanja Modal Rambu Tidak Bersuar Rp. 54.850.000 juta rupiah, Lampu PenerangJalan Umum Tenaga Surya Rp.653.125.000 juta rupiah, Komponen Rambu Rambu Lalu Lintas Rp.108.000.000 juta rupiah, Komponen Rambu Rambu Lalu Lintas Rp.199.462.000 juta rupiah, Komponen Rambu Rambu Lalu Lintas Rp.119.040.000 juta rupiah, Belanja Alat/Bahan Untuk Kegiatan Kantor Alat Listrik Rp.108.900.000 juta rupiah, Belanja Jasa Konsultasi Perencanaan Aritektur Jasa Desain Aritektural (MTL) Rp.93.750.000 juta rupiah, Belanja Modal Personal Computer Rp.55.000.000 juta rupiah, Belanja Modal Komputer Jaringan Rp.63.250.000 juta rupiah, Belanja Modal Alat Kantor Lainnya Rp.110.000.000 juta rupiah, Belanja Modal Rambu Rambu Lalu Lintas Darat Lainnya Rp.102.575.000 juta rupiah dan Belanja Alat/Bahan Untuk Kegiatan Kantor-Alat Listrik Rp.180.500.000 juta rupiah.
Perlu diketahui disisi lain banyak warga mempertanyakan kondisi penerangan jalan umum (PJU) yang hingga saat ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya yang hampir di seluruh Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.
Bukan tidak memiliki lampu jalan, suasana gelap di beberapa titik Jalan Lintas bisa meningkatkan angka kriminalitas
“Ya pak jika malam hari lampu jalan itu tidak hidup, mungkin sudah rusak, ” Jelas imron
Namun sangat disayangkan padahal jalan itu merupakan Jalur Lintas Sumatra yang ramai di lewati masyarakat dari Kabupaten Tetangga.
Imron menyebut, warga Kabupaten Empat Lawang menjerit lantaran harga-harga melambung tinggi. Dibandingkan pegadaan lampu PJU, pihaknya menyarankan agar Pemkab Empat Lawang mengadakan pasar murah agar warganya tidak kelaparan.
“PJU yang lama aja jarang hidup dari pas pertama kali di pasang, ini mau di anggarkan lagi, emang buat di daerah mana bapak ?, ” jelasnya
Lanjut imron, pengadaan lampu PJU juga terkesan asal asalan dan tidak mencerminakan ‘sense of crisis’ atau tidak memiliki kepekaan di tengah sulitnya kehidupan masyarakat
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Empat Lawang Sormi Azhar saat di konfirmasi melalui via WhatsAap belum bisa menjawab pesan dari awak media walaupun sudah di baca.
















Tinggalkan Balasan