Benih Rp150 Juta Lebih, Dinas Pertanian Empat Lawang Jor-Joran Jelang PEDA KTNA 2025

 

Reporter/Editor: Diki/krdo

 

EMPAT LAWANG – Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang kembali jadi sorotan. Melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup), terungkap rencana belanja pertanian yang mencatatkan angka mencengangkan. Dari 21 item perencanaan, salah satunya ialah belanja benih tanaman yang nilainya mencapai Rp150.750.000 dan Rp82.355.000.

 

Publik pun mempertanyakan urgensi dari alokasi anggaran sebesar itu. Apalagi, masyarakat di Kabupaten Empat Lawang saat ini tengah menghadapi kesulitan ekonomi.

 

“Belanja benih tanaman hingga ratusan juta rupiah, untuk jenis tanaman apa sebenarnya? Kalau untuk petani, mestinya lebih terukur dan proporsional, bukan angka yang terlihat jor-joran seperti itu,” ucap salah satu tokoh masyarakat Tebing Tinggi, Senin (29/09).

 

Isu ini semakin menarik perhatian karena Empat Lawang ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) 2025. Besar kemungkinan, belanja tanaman jumbo ini merupakan bagian dari persiapan menyambut ajang tersebut. Namun, jika benar demikian, publik khawatir kebutuhan dasar petani justru terpinggirkan demi kepentingan seremonial dan pencitraan.

 

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait perencanaan anggaran tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, tidak memberikan jawaban.

 

Pesan singkat yang dikirimkan hingga berita ini diturunkan tidak kunjung mendapat jawaban. Sikap diam ini justru memperkuat spekulasi publik terkait transparansi dan efektivitas anggaran.

 

Kini, masyarakat menunggu penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Apakah benar anggaran Rp150 juta lebih itu murni untuk mendukung kebutuhan petani, atau sekadar proyek musiman menyambut pesta besar PEDA KTNA 2025?

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *