Dari Coretan Gambar, Menjadi Gerakan Untuk Kembali Bangkitkan Semangat Berkesenian Generasi Muda Empat Lawang

Reporter/Editor: Red

EMPAT LAWANG, – Sekelompok anak muda tengah berkumpul di area dinding mural Delta Pulo Mas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Minggu Sore 9/11/2025.

 

Bukan hanya sekedar berkumpul. Beberapa anak – anak muda yang diketahui para penggiat seni ini merupakan sekumpulan orang – orang yang mereka namai Kolektif Ruang Kongsi, dimana mereka tengah melakukan kegiatan mengajak masyarakat khususnya anak muda untuk menggambar bersama di kegiatan kecil berjudul “Sketsa Akhir Pekan”. Yang kedepannya akan diadakan rutin setiap Minggu.

 

Kolektif seni yang baru dibentuk usai acara lomba mural PEDA KTNA XVl di Empat Lawang ini sebagian besar digagas dan dibentuk oleh inisiatif beberapa mantan peserta lomba dan panitia yang sama – sama berdomisili di Empat Lawang dan memiliki hobi yang sama. Dimana, pembentukan kolektif ini bertujuan untuk memberikan ruang dan wadah bagi anak – anak muda Empat Lawang yang memiliki hobi dan bakat di bidang seni, baik itu seni rupa, musik, tari, teater, dll dengan cara menciptakan panggung sendiri secara kolektif, Sehingga bakat seni yang dimiliki tidak melulu bergantung dengan media dan label mainstream atau bisa dibilang salah satu wadah untuk survive agar karya seni tersebut bisa ter distribusi ke publik dan mampu menciptakan penikmat pasar sendiri.

 

Bang Jak salah satu penggerak Wadah Kolektif Ruang Kongsi mengatakan, kegiatan ini merupakan refleksi dan pengenalan untuk anak – anak muda khususnya di Empat Lawang bahwa berkumpul itu bisa menciptakan hal – hal positif dan menyalurkan bakat salah satunya dibidang seni. Dan menjadi wadah untuk anak – anak muda yang selama ini bingung bagaimana cara menyalurkan ide dan ekspresi mereka. Seperti contoh, ngumpul sambil menggambar seperti kegiatan saat ini.

 

“Kegiatan Sketsa Akhir Pekan ini selain ngumpul – ngumpul sore dan mengajak masyarakat untuk menggambar bersama secara rutin tiap minggu. Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk berbagi pengetahuan tentang seni kepada semua orang yang ikut kegiatan Kolektif Ruang Kongsi. Dan untuk kawan – kawan di Empat Lawang yang punya hobi di bidang seni tapi bingung menyalurkannya kemana. Tidak usah bingung, Ruang Kongsi akan menjadi wadah untuk menyalurkan karya kalian,” Ujar Bang Jak.

 

Selain itu, pemuda asal Kerinci yang punya hobi melukis ini mengaku, jika Wadah Kolektif seni Ruang Kongsi yang dibentuk bersama teman – teman dari Empat Lawang ini, berawal sejak ia mulai berdomisili di Empat Lawang beberapa waktu lalu, karena ia melihat bahwa potensi di Empat Lawang ini sangat besar untuk berkembang dan menonjol di bidang kesenian dengan latar budaya dan sejarah yang unik. Sehingga membuat ia tergerak untuk menghidupkan kembali semangat berkesenian di Empat Lawang yang saat ini telah menjadi rumah barunya.

 

“Karena dunia saya selalu berkutat dengan hal yang berbau seni, dan melihat kalau disini potensinya sangat besar untuk daerah yang ingin berkembang dalam hal berkesenian. Maka saya beserta teman – teman yang lain ingin sekali menghidupkan kembali semangat berkesenian untuk anak – anak muda disini. Dan mengedukasi anak – anak muda Empat Lawang bahwa seni itu selain hobi juga bisa menjadi pilihan untuk sumber penghidupan jika dikelola dengan baik,” lanjutnya.

 

Tidak hanya sekedar menggambar setiap Minggu, Ruang Kongsi juga akan mengagendakan sebuah pameran dengan menampilkan karya – karya gambar yang dibuat selama kegiatan “Sketsa Akhir Pekan”. Dimana, setiap beberapa bulan sekali, semua gambar kawan – kawan dan masyarakat umum yang ikut akan di tampilkan dan dijual untuk siapapun yang berminat, hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan penghasilan untuk si pembuat karya tersebut.

 

Kegiatan yang diadakan tepat pada acara Penutupan PEDA KTNA XVl ini, tidak hanya diikuti oleh para laki – laki, beberapa teman – teman yang perempuan pun terlihat ambil andil dalam kegiatan ini.

 

Mia, perempuan muda lulusan Institut  Seni Indonesia yang juga salah satu penggerak kegiatan “Sketsa Akhir Pekan” ini mengatakan, jika Ruang Kongsi sendiri terbuka untuk siapa saja. Tidak ada batasan usia, gender, dan latar belakang. Ia menjelaskan, bahwa Ruang Kongsi adalah wadah untuk sama – sama belajar dan menjalin relasi dengan cara ber-kolektif. Siapapun baik pria atau wanita diberikan porsi yang sama untuk menyampaikan pemikiran dan menuangkan ide kreatif dan di realisasikan pada agenda kegiatan rutin Ruang Kongsi kedepannya.

 

“Semua boleh ikut, tidak ada batasan di Ruang Kongsi. Dan tidak harus seorang seniman juga. Semua boleh ikut tanpa memandang siapa, mau pekerja sipil, tenaga medis, bahkan aparat pun boleh ikut menjadi bagian untuk berkesenian di Ruang Kongsi. Karena kita sama – sama belajar, tanpa memandang latar belakang disini,” Jelasnya.

 

Ia juga menambahkan, bahwa Ruang Kongsi sangat ramah untuk kawan – kawan yang perempuan. Yang mungkin agak ragu untuk ikut menjadi bagian dalam kegiatan, karena mayoritas diikuti oleh kawan – kawan pria, sehingga membuat kawan – kawan perempuan diluar sana sedikit ragu atau sungkan untuk ikut menyalurkan bakat seni mereka karena melihat kegiatan yang diisi oleh laki – laki yang tidak dikenal. Sehingga ia menjelaskan bahwa Ruang Kongsi meskipun terlihat seperti sekumpulan kegiatan yang diisi orang – orang berjiwa bebas, untuk masalah kenyamanan perempuan, Ruang Kongsi mempunyai komitmen bersama yang bersifat tegas dan keras. Dimana semua kawan – kawan pria diwajibkan untuk menjaga dan menghargai hak perempuan yang sangat rentan akan tindakan yang tidak menyenangkan.

 

“Disini, kawan – kawan pria punya andil besar untuk sama – sama komitmen menjamin keamanan dan kenyamanan kawan – kawan perempuan yang baru ikut berkegiatan. Ruang Kongsi tidak mentolerir Segala hal yang berbau rasis, dan sexiest terhadap perempuan. Siapapun yang melakukan hal tersebut, Ruang Kongsi tidak segan menyerahkan hal tersebut ke pihak berwenang. Jadi, untuk kalian perempuan yang mau menyalurkan hobi berkesenian jangan ragu dan takut untuk berekspresi dengan aman dan nyaman di Wadah Kolektif Ruang Kongsi. Disini, semua diberikan porsi yang sama dengan laki – laki dalam menyampaikan ide pemikiran kita sebagai perempuan. Ruang Kongsi akan sangat terbuka dan menjadi wadah sekaligus rumah,” tambah Mia.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Empat Lawang, Noperman Subhi yang hadir dan berbaur langsung dengan sekumpulan anak – anak muda tersebut mengungkapkan, bahwa ia sangat mengapresiasi kegiatan menggambar seperti ini. Terlebih lagi, wadah kolektif seni ini bertujuan membangkitkan kembali semangat dan jiwa seni generasi muda di Empat Lawang.

 

“Ini bagus, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ketika tahu tentang kegiatan ini. Saya langsung datang dan lihat. Dan ngobrol langsung dengan kawan – kawan disini. Ternyata, tidak hanya untuk bidang seni lukis saja yang ditawarkan ke masyarakat. Tapi, kegiatan seni dari bidang lain pun juga jadi agenda mereka di waktu mendatang. Saya yakin jika terus konsisten, kegiatan ini akan menjadi wadah yang menarik dan refleksi untuk generasi muda Di Empat Lawang untuk mengembangkan potensi bakat seni mereka,” ujar Kepala dinas yang juga sempat menjadi juri di ajang lomba mural PEDA KTNA XVl Empat Lawang ini.

 

Selain itu, ia juga menambahkan. Bahwa ide – ide kreatif seperti ini juga akan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mendukung bakat – bakat seni generasi muda.

 

“Yang pasti, pemerintah daerah akan selalu mendukung dalam bentuk apapun untuk kegiatan positif masyarakat. Tidak menutup kemungkinan bisa melahirkan kolaborasi kedepannya. Namun, Saya sangat menghargai komitmen kawan – kawan penggerak wadah ini yang ingin bergerak secara mandiri. Dan memilih konsep kolektif sebagai pijakan untuk wadah ini berproses,” Tutupnya.

 

Selain itu, Ruang Kongsi juga mengajak masyarakat terutama generasi muda di Kabupaten Empat Lawang bila butuh wadah untuk menyalurkan ide pemikiran kreatif atau berkarya seni bersama, Bisa menghubungi sosial media Instagram @ruang.kongsi untuk bisa dijadikan agenda kegiatan kedepan. Atau datang langsung ke basecamp Ruang Kongsi bernama HGR yang berlokasi di Jl Lintas Sumatera, KM 4 Talang Banyu, Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang (Sebelah kiri Damkar Empat Lawang).

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *