Reporter/Editor: Diki/krdo
Empat Lawang – Kerusakan parah masih menghantui sepanjang Jalan Lintas Sumatera yang melintasi pusat Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Jalan nasional yang menjadi urat nadi transportasi dan wajah utama daerah itu tampak dipenuhi lubang di berbagai titik, tanpa perbaikan berarti sejak beberapa tahun terakhir.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan mendalam bagi pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Ironisnya, lubang-lubang menganga masih terlihat jelas tepat di depan rumah dinas pejabat negara sekelas Kapolres Empat Lawang. Fakta ini menimbulkan pertanyaan publik, seberapa serius perhatian terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di jantung kota.
Warga menilai, kerusakan jalan nasional di pusat kota bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut citra Kabupaten Empat Lawang di mata masyarakat luas dan pengguna jalan lintas daerah. Jalan lintas Sumatera seharusnya menjadi simbol konektivitas dan kemajuan, bukan justru menjadi sumber ancaman kecelakaan.
“Kami tidak menuntut jalan langsung mulus seluruhnya. Setidaknya ada perbaikan bertahap dan nyata. Jangan dibiarkan rusak terus seperti ini,” ujar salah seorang warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Empat Lawang, Yulius Sugiantara, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan langkah awal sesuai kewenangan.
“Rencananya hari ini akan kami lakukan pengambilan data dan koordinat untuk disampaikan ke Balai Bina Marga, sesuai dengan kewenangan jalan yaitu jalan negara. Kalau usulan, kemungkinan sudah pernah diusulkan oleh Pak Eko tahun kemarin, dan ini akan kami usulkan kembali,” jelasnya.
Meski berstatus jalan nasional dan menjadi kewenangan pemerintah pusat, masyarakat berharap pemerintah daerah tidak berhenti pada sebatas pendataan dan pengusulan. Koordinasi yang intensif dan dorongan kuat ke pemerintah pusat dinilai sangat penting agar perbaikan dapat segera direalisasikan, setidaknya secara bertahap.
Kerusakan jalan nasional di pusat Kota Tebing Tinggi menjadi ujian nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Jika jantung kota saja terus dibiarkan berlubang, maka harapan terhadap pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan di Kabupaten Empat Lawang patut dipertanyakan. Warga kini menunggu, apakah langkah yang dijanjikan akan berujung pada aksi nyata, atau kembali sekadar menjadi catatan usulan tahunan.





























Tinggalkan Balasan