Faisol, Cabuli 3 Balita Serta Pernah Lakukan Penyimpangan Seks Dengan Ayam dan Bebek

Tersangka Faisol (40) warga Desa Lingge Kecamatan Pendopo Barat, saat diamankan Ke Mapolres Empat Lawang Selasa (20/8).

Empat Lawang, SEL – Faisol (40) petani warga Desa Lingge kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang, diamankan unit Reskrim Mapolsek Pendopo dan Polres Empat Lawang. Karena ulah bejatnya yang telah “cabuli” 3 balita dan penyimpangan Sex terhadap Hewan Unggas serta penyuka sesama jenis.

Tersangka diamankan polisi atas dugaan perbuatan pencabulan terhadap tiga orang anak balita. Terungkapnya kasus pencabulan ini berawal saat salah satu orang tua korban bernama J (4), warga warga desa Lingge kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang, melapor ke Mapolsek Pendopo pada hari sabtu (17/8) yang lalu.

Tidak butuh lama polisi mengamankan tersangka Faisol (40), petani warga desa Lingge kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang.

Dihadapan polisi, tersangka merupakan duda dua orang anak ini mengakui perbuatannya. Perbuatan bejat yang dilakukan tersangka dilakukan dirumahnya, dengan modus merayu korban dan mengiming-imingi akan diberi uang dua ribu rupiah.

Merasa aman tersangka melakukan aksi bejatnya dengan cara memasukan jari kekemaluan korban. Merasa sakit, lalu korban menangis. Mendengar tangisan korban, kemudian Ibu korban mendatangi rumah terangka Faisol dan langsung membawa pulang korban.

Merasa curiga Ibu korban langsung membawa korban ke bidan desa untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan terdapat luka lecet dibagian kemaluan korban.

Dari hasil pengembangan polisi terhadap tersangka, masih ada dua korban pencabulan atas nama S (5) dan C (5). Jadi total tiga orang anak korban pencabulan oleh tersangka Faisol.

“Polisi masih terus mendalami kasus pencabulan anak balita yang dilakukan tersangka Faisol, tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah.” Ungkap Kapolsek Pendopo Iptu Hariyanto.

Selain pencabulan tersangka juga memiliki kelainan seks penyuka sesama jenis dan penyimpangan seksual terhadap hewan unggas (Ayam dan Bebek) .

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka dijerat pasal 81 KUHP ayat 1 dan 2, tentang pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun kurungan penjara. (Red.SEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *