Polantas Tak Berhak Tilang Kendaraan Mati Pajak

Bukti Tilang pengendara yang dikeluarkan oleh Petugas Razia dari Satlantas Polres Empat Lawang

Empat Lawang – Terkait tidak berhaknya Satuan Polisi Lalulintas (Polantas) mengeluarkan surat tilang bagi pengendara yang telat membayar pajak.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, Djoko membenarkan bahwa Polisi tidak berhak menilang kendaraan yang telat membayar pajak.

“masalah pajak bukan urusan polisi, tapi Dispenda. Kalau masalah pajak polisi tidak berhak” ucapnya, dikutip dari liputan6.com

Dijelaskannya, jika kendaraan pengendara terjaring razia dijalan umum, polisi tetap tidak bisa mengeluarkan tilang.

“kalau semua surat lengkap dan tidak ada masalah, ya tidak bisa ditilang”. Jelanya

Senada dengan Kepala UPTB Samsat Empat Lawang, Sukarta, Melalui Kasubag Tata Usaha Samsat Empat Lawang, Ibnu Athoillah mengatakan polisi berhak mengamankan atau menahan kendaraan yang telat membayar pajak.

“polisi cuma berhak menahan kendaraan yang telat membayar pajak atau yang mati pajak, lalui langsung diserahkan ke samsat untuk membayar pajak” Kata Ibnu saat di konfirmasi diruang kerjanya, Kamis (23/1/2020).

Ia menuturkan, Pihaknya memang bekerjasama dengan Satlantas, agar masyarakat taat membayar pajak, karena ini menjadi salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Empat Lawang Khususnya.

Sementara itu, Salah satu pengendara merasa keberatan dengan Satlantas Polres Empat Lawang yang mengeluarkan tilang terhadap dirinya, yang terjaring razia pada hari Selasa (21/1/2020), di Jalan Lintas Summatera, tepatnya lapangan Simpang Perumnas MTS Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi.

“Saya merasa keberatan untuk ditilang, karena surat-surat berkendara saya lengkap tidak ada masalah, hanya saja telat membayar pajak”, ujar Salah satu pengendara berinisial AA.

Lanjutnya, menuturkan kepada awak media, dirinya tetap ditilang, dengan pasal 288 (1). Oleh petugas satlantas. Padahal sudah menunjukan surat kendaraan lengkap.

“saya tetap ditilang dengan menahan SIM C oleh petugas satlantas, padahal saya sudah menunjukan surat kendaraan lengkap, dengan pasal 288 ayat 1, tentang kendaraan yang tidak memiliki surat kendaraan, lalu disuruh bayar melalui Briva sejumlah Rp. 170.000, Lebih mahal tilang dari pada pajak yang harus saya bayarkan yang hanya sebesar Rp. 153.000, Saat saya Cek di Samsat Empat Lawang”. Tuturnya.

Sendangkan Kasat lantas Polres Empat Lawang, Iptu Lubis, saat dikonfirmasi terkait kendaraan yang ditilang tersebut, mengatakan mungkin pengendara tidak bisa menunjukan surat-surat berkendara pada waktu terjaring razia petugas.

“Mungkin pada saat pengendara terjaring razia oleh petugas satlantas, si pengendara ini tidak bisa menunjukan surat kendaraannya, makanya kami tilang”. Tandas Lubis. (RED/SEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *