Wisuda Universitas Sriwijaya Ke-152 Dan 153 Secara Virtual

EMPAT LAWANG – Di tengah Pandemi COVID-19 yang masih melanda segala penjuru dunia telah mengubah banyak hal dan kebiasaan, termasuk wisuda di Universitas Sriwijaya ke 152 & 153 yang dilaksanakan secara daring pada Rabu 20 April 2021.

Acara wisuda daring ini merupakan pertama kalinya dilakukan di Universitas Sriwijaya (UNSRI) acara wisuda secara daring ini memberikan pengalaman baru bagi cavitas akademika

Universitas Sriwijaya atau sering di sebut dengan Unsri menggelar Wisuda Online untuk pertama kalinya ,Ratusan wisudawan menjalani prosesi wisuda secara Online melalui Zoom Tahun 2021 ,Mulai dari Pukul 09.00 sampai selesai.

Meski wisuda dilakukan secara online, tidak mengurangi khidmatnya prosesi pelantikan. selama prosesi pelantikan berlangsung pemindahan kuncir dilakukan oleh orang tua/wali yang mendampingi wisudawan

Sementra itu Rektor Universitas Sriwijaya menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan saya juga mengucapkan selamat kepada orang tua yang telah berhasil mendidik anaknya ,dan Semogga bisa beraktivitas seperti biasa lagi Tuturnya

Rona bahagia terpancar dari wajah para wisudawan sepanjang acara, begitupun dengan para orang tua dan wali yang turut hadir menyaksikan anak-anaknya dilantik menjadi sarjana pendidikan tehnik mesin.

MGS. A. Tarmizi (50 tahun), orang tua dari Msy. Subthania mengatakan, merasa plong melihat anaknya sudah di wisuda. Warga Pasar Ilir Kel.Pasar Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang itu menganggap kerja kerasnya selama ini tidak sia-sia. “Anak saya kuliah jurusan Sistem Informasi. Alhamdulillah selesai tepat waktu kuliahnya di kampus terkenal juga,” ujar MGS. A. Tarmizi

Bapak Mgs. A. Tarmizi berharap, ilmu yang diperoleh anaknya bisa bermanfaat bagi kehidupannya. “Karena saya hanya bisa mewariskan ilmu,” imbuhnya.

Hal merasa bangga anak pertamanya itu bisa punya gelar SI, selain karena lulus tepat waktu,

“Saya sangat terharu sekali, mudah-mudahan gelarnya bisa bermanfaat bagi karir pekerjaannya. Dan kegigihannya bisa ditiru sama adik-adiknya,” ucap ayah 3 anak ini.

Wisudawan peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,40 dengan predikat cum laude jurusan Pendidikan Tehnik Mesin Visual (DKV), mengaku bangga anaknya bisa mempertahankan prestasinya sejak SMP dan SMA.

“Anak saya sudah berprestasi sejak SMP dan SMA, selalu meraih rengking satu. Masuk ke NPU juga mendapat beasiswa jalur prestasi. Alhamdulillah sekarang lulus dengan predikat terbaik, bangga tidak bisa diungkapkan,” paparnya.

membeberkan caranya , tidak pernah memberi target apa-apa kepada anaknya, bimbingan yang ia berikan lebih kepada memberi perhatian khusus kepada minat dan cara belajar Elca. Tujuannya, kata dia, agar anaknya bisa terbuka kalau menemui kesulitan, hambatan dan tantangan dalam belajar.

“Saya bisa jadi tempat curhatnya, bisa jadi teman diskusinya juga. Saya selalu memberi motivasi agar dia jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, bukan berprestasi, soal prestasi ya sepanjang dia mampu bersyukurlah, karena itu kelebihan yang Allah berikan,” tandasnya.(Dik)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *