Dampak Kemarau Panjang Warga manfaatkan Sungai Musi Untuk Sarana Mandi Cuci

EMPAT LAWANG-Dampak musim kemarau panjang yang terjdi beberapa bulan terakhir ini, sejumlah warga di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupten Empat Lawang, berduyun-duyun mandi dan mencuci di Sungai Musi.

Ini terlihat disalah satu tepian sungai Musi, tepatnya dikawasan jembatan kuning, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Salah seorang warga Perumnas Cross, Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi Hartono mengatakan, kalau dirinya sering mandi di sungai Musi. Ini dikarenakan sumur miliknya sudah kekeringan.

“Ya kalau hanya mengandalkan air sumur dirumah tidak cukup lah, karena mata airnya sangat kecil itupun cukup untuk dimasak,” kata Hartono

Den warga lainya, juga mengaku setiap sore hari mandi ke sungai Musi, selain itu dirinya juga mengangkut air sungai Musi dengan membawa empat buah jerigen yang berukuran 20 liter.

“Air yang kita angkut dari sungai Musi, itu untuk digunakan dari sore sampai pagi hari, untuk keperluan mencuci dan mandi,” ujarnya.

Sementara itu Williy yang juga merupakan warga Tebing Tinggi, mengatakan Pemerintah harusnya respec dengan kondisi seperti ini, dengan mengenjot pemasangan jaringan sumber air bersih (PDAM), agar masyarakat tidak krisis air.

“Selain itu, memperbanyak sarana air bersih di Daerah-daerah rawan kekeringan,” katanya.

Terpisah Kepala BPBD Kabupaten Empat Lawang, M Taufik mengaku, pihaknya sudah membahas masalah penyaluran air bersih bersama stafnya untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih.

“Untuk penyaluran air bersih Itu sedang kami bahas, itu ada dibidangnya, nanti pendistribusian air untuk Desa yang memang benar-benar yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih,” jelas Taufik (Red 2).

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *